Jumat, 20 Juli 2012

Perubahan pada Bibel

Kitab Suci agama Yahudi adalah Bibel Ibrani (berbahasa Ibrani), ini berbeda dengan  Pejanjian Lama menurut agama Masehi dengan tambahan fasal-fasal yang tidak terdapat dalam bahasa Ibrani. Dari segi prakte perbedaan ini tidak menyebabkan perobahan dalam aqidah. Akan tetapi dorang-orang Yahudi tidak percaya kepada adanya sesuatu wahyu sesudah kitab suci mereka

Agama Masehi menerima Bibel Ibrani dengan menambahnya dengan beberapa tambahan. Akan tetapi tidak dapat menerima sesuatu yang termuat di dalamnya untuk membuktikan akan kenabian Isa. Gereja Masehi telah melakukan potongan-potongan yang sangat penting dalam fasal-fasal yang mengenai kehiduapan Isa serta ajaran-ajarannya. Gereja Masehi tidak memasukkanya  dalam Perjanjian Baru kecuali tulisan-tulisan yang sangat terbatas  jumlahya, yang penting Injil yang empat. Agama Masehi tidak menganggap adanya wahyu yang turun sesudah Nabi Isa dan sahabatnya. Dengan begitu mereka tidak mengankui Alqur-an

Label: , , , , ,

Minggu, 17 Juli 2011

Prakata

Seorang dokter ahli bedah berkebangsaan Perancis telah mengadakan studi perbandingan mengenai bibel (perjanjian lama dan baru) dan alqur-an serta sains modern . Akhirnya ia mendapat kesimpulan bahwa dalam bibel terdapat kesalahan ilmiah dan sejarah, karena bibel ditulis oleh manusia dan mengalami perubahan-perubahan yang dibuat oleh manusia . Mengenai alqur-an sangat mengherankan peneliti bajwa suatu wahyu yang diturunkan 15 abad yang lalu, memuat masalah-masalah ilmiah yang baru diketahui atau ditemukan manusia pada abad ke 20 atau ke 19 dan 18 . Atas dasar itu peneliti berkesimpulan behwa alqur-an adalah wahyu Ilahi yang murni dan nabi Muhammad adalah nadi yang terakhir (Rasyidi in Maurici. B)

Label: , , , , ,